Sudah 3bulan sejak kepergiannya. Hari-harikupun ku lalui tanpa dirinya, ada suatu rasa yang berbeda ketika ia sudah tak berada di sampingku lagi. Aku seolah pohon yang sedang tumbang, tak berdaya. Mengapa ia begitu cepat meninggalkanku, disaat aku sendiri belum siap tuk merelakan kepergiannya.
Ketika malam datang, saat menjelang tidur wajahnya selalu terbayang diingatanku. Akupun tak kuasa menahan tangisku bila mengingat masa-masa yang telah kulalui dengannya. Sangat sakit rasanya, namun semua hanya tinggal kenangan.
Terkadang aku berfikir tuk mencoba melupakannya tapi bagaimana bisa aku melakukannya. Melupakan orang yang sangat berharga dan sangat aku sayangi. Berdosa, aku akan merasa berdosa seumur hidupku bila melupakannya.
Jika waktu dapat kuputar kembali, aku rela bahkan sangat dan sangat rela kalau tiap hari harus diceramahi, dimarahi dan disuruh ini-itu. Sayangnya ku tak bisa berbuat apa-apa.
Pagi pun datang, aku mulai merubah raut muka yang tadinya sedih menjadi ceria. Seakan tidak ada apa-apa. Seolah aku bisa dan tegar merelakan kepergiannya. Tapi apa?? dibalik semua itu aku hanyalah gadis rapuh yang sekali tertiup angin akan tumbang. Semua ini ku lakukan karena tak ingin buat mereka sedih dengan keaadaanku. Biarlah hanya aku yang merasakan betapa pedihnya hatiku.
>Tak pernah terpikir olehku
>Tak sedikitpun ku bayangkan
>Kau pergi meninggalkanku
>Baru sebentar saja
>Kau meninggalkanku
>Rasa rindu padamu
>Kini bersarang dibenakku
>Begitu sulit ku bayangkan
>Begitu sakit ku rasakan
>Jatuh air mataku
>Menangis pilu
>Kini tinggal aku
>Termenung sendiri
>Mengingat dirimu
>Meski ku tau
>Kau tak'kan kembali
>Semakin ku coba melupakanmu
>Semakin lekat bayang dirimu
>Semakin ku mengingat dirimu
>Semakin perih rasa hatiku
>Ku tak bisa
>Ku tak biasa
>Tanpamu . . . .
Penggalan lirik lagu diatas telah mewakili perasaanku padanya...
Semoga ia merasakan kedamain ditempatnya yang sekarang...
Selasa, 24 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar